Jumat, 08 Juli 2011

Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi

A. Pendahuluan

Pendidikan memegang peran yang sangat penting bagi terciptanya generasi bangsa yang memiliki kompetensi, dedikasi dan kepribadian luhur (berkarakter). Berbagai cara dan upaya dapat dilakukan agar proses belajar mengajar menjadi efektif , efisien dan mampu merambah ke seluruh pelosok penjuru tanah air. Apa yang disampaikan di sekolah-sekolah Ibu Kota Jakarta baik sekolah Unggulan maupun Non Unggulan juga disampaikan di sekolah-sekolah terpencil dengan tidak mengurangi makna dan kualitas. Semua generasi bangsa diharapkan tidak merasakan diskriminasi pendidikan dikarenakan jauh dari perkotaan, sulitnya transportasi dan minimnya kompetensi tenaga pendidik.

Sejak dekade 90-an telah dilakukan berbagai macam uji coba pendidikan berbasis TIK terutama pada jenjang pendidikan tinggi (dikti) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) (Sudirman:2008). Lebih jauh beliau menyampaikan bahwa pada tahun 2008 lebih dari sepuluh ribu sekolah terutama SMA dan SMK bahkan SD dan SMP sudah mulai online.

Kehadiran dan kecepatan perkembangan teknologi informasi menyebabkan terjadinya perubahan dramatis dalam segala aspek kehidupan. Keberadaannya membuka batas-batas wilayah suatu negara. Tiap-tiap negara telah terhubung satu sama lain menjadi satu kesatuan yang disebut global village atau desa dunia. Melalui pemanfaatan TI siapa saja dapat memperoleh layanan pendidikan dari institusi pendidikan mana saja dan di mana saja dikehendaki. Secara khusus pemanfaatan TI dapam pembelajaran dipercaya dapat :
  1. Meningkatkan kualitas pembelajaran
  2. Mengembangkan keterampilan TI (IT Skill)
  3. Memperluas akses terhadap pendidikan dan pembelajaran
  4. Menjawab the technological imperative (keharusan berpartisipasi dalam TI)
  5. Mengurangi biaya pendidikan
  6. Meningkatkan rasio biaya manfaat dalam pendidikan (Sudirman:2008)
Mencermati pernyataan di atas dapat diketahui bahwa keberadaan TI menawarkan berbagai macam kemungkinan untuk meningkatkan kualitas generasi bangsa. Dengan pembelajaran yang berkualitas dan luasnya akses pendidikan dan pembelajaran guru dapat secara individu dapat meningkatkan pengembangan profesional mengajarnya. Pada sisi lain, siswa dapat dengan leluasa mencari informasi yang dibutuhkan untuk menunjang pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan yang mereka butuhkan.

Pertanyaan yang timbul selanjutnya adalah bagaimanakah dampak TI dalam sistem pembelajaran? dan bagaimanakah langkah-langkah strategi pemanfaatan TI agar diperoleh hasil pembelajaran yang optimal?

B. Teknologi Informasi dan Telekomunikasi dalam Dunia Pendidikan

Usaha-usaha untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia dalam hal penyampaian materi pembelajaran dibandingkan dengan negara lain telah dilakukan. Dari konvensional mengarah pada penggunaan media dan alat peraga, dari tatap muka di ruang kelas menuju di mana saja dan kapan saja, dari penggunaan kertas menuju ke penggunaan online dan off line serta cara -cara interaktif lainnya. Keadaan seperti itu tidak terlepas dari peran perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Kegiatan pembelajaran semestinya terjadi interaksi antara guru dan siswa. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya satu arah serta tidak hanya dilakukan dengan tatap muka. Guru dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran tanpa melalui tatap muka, tetapi dapat menggunakan media-media media komunikasi berupa telepon, televisi, komputer, internet, e-mail, blogger dan lain sebagainya atau lebih jelasnya menggunakan media TI (media elektrodanik).

Dewasa ini pendidikan dengan memanfaatkan TI telah berkembang dalam bentuk pembelajaran berbasis elektronik atau e-learning. Menurut Rosenberg (2001:28) e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang dilandasi oleh tiga kriteria, yaitu :
  1. e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, meyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi.
  2. pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar
  3. memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional.
Keberadaan TI dalam dunia pendidikan yang menawarkan berbagaimacam kemudahan tersebut menuntut kesiapan siswa, tenaga pendidik dan kependidikan baik dari pengetahuan, keterampilan dan bahkan sikap mentalnya. Dari segi pengetahuan, mereka harus diberi bekal untuk memahami fungsi dari fitur-fitur yang ada. Dari segi keterampilan, mereka dituntut untuk dapat menggunakan dan mengeksploitasi fitur-fitur yang ada dan dari segi sikap mental, mereka dituntut untuk menggunakan dan memanfaatkan fitur-fitur yang ada dengan benar dan penuh tanggung jawab. Pada sisi lain, sekolah harus memfasilitasi diri sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang pemanfaatan TI dalam pembelajaran. Fasilitas terserbut antara lain adalah gedung/ruang, alat-alat elektronik (komputer, lcd projector, modem dan perangkatnya), instalasi listrik dan internet dan termasuk juga pendanaan untuk membayar beban.

Tenaga didik dan pendidikan pada suatu sekolah adalah komponen utama yang harus dipersiapkan terlebih dahulu baik pengetahuan, keterampilan maupun sikap mentalnya dalam pemanfaatan TI. Kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara mandiri maupun secara terprogram yang dilaksanakan oleh sekolah melalui pendidikan dan pelatihan baik lembaga pada pendidikan, pelatihan maupun melalui belajar dengan teman sejawat. Sudah barang tentu sekolah sekali lagi harus mengeluarkan biaya maupun merencanakan waktu untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pemanfaatan TI dalam pembelajaran maupun administrasi sekolah.

E-learning menggiring guru untuk mempersiapkan materi pembelajaran, metode, dan teknik-teknik yang tepat sehingga menarik untuk digunakan sebagai pembelajaran. sebagai contoh : guru membuat sebuah blog yang di dalamnya dapat didesign sedemikian rupa sehingga menarik, kemudian dibuat link-link yang berisi materi pelajaran dalam bentuk modul, hand out, powerpoint, video, dan lain sebagainya secara lengkap yang dapat didownload oleh peserta didik dan dapat juga secara langsung digunakan untuk menjelaskan materi yang dimaksud. di samping itu juga blog tersebut dapat memuat tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik untuk selanjutnya tugas tersebut dipresentasikan pada saat tatap muka ataupun dikumpulkan melalui e-mail atau media lain. Blog guru ini juga dapat dengan mudah di akses oleh peserta didik ataupun non peserta didik dari manapun dan kapanpun jika setting dari blog tersebut dapat dikonsumsi oleh umum.


C.

Jumat, 17 Juni 2011

KEGIATAN BELAJAR YANG TIDAK EVEKTIF

menggemaskan. inilah kenyataan. belajar tetapi tidak memperhatikan. berbicara sendiri dengan ketidakfahamannya. ribut sendiri dengan ketidaktahuannya. melakukan sendiri dengan ketidakmengertiannya.
hasilnya...
hal yang sudah diterangkan dengan gamblang masih ditanyakan. hal yang sudah diinstruksikan untuk dibaca, diabaikan. akhirnya bingung dan bingung. tanya sana sini, nggak ada ujung. ribut semakin ribut.
capek dech...
akhirnya... nggak ngerti apa yang sudah dijelaskan!!
halo......
halo......
marilah kita belajar yang evektif. hemat tenaga. hemat pikiran. hemat biaya.
perhatikan dengan penglihatanmu, dengarkan dengan pendengaranmu dan lakukan dengan sepenuh hati dan kemampuanmu.
semoga mengerti apa yang semestinya kamu mengerti.
selamat beraktivitas
semoga berhasil
bravo dunia pendidikan